Menghafal Qur’an dengan Metode Yadain

rahasia cara hafal qur'an
Tiada hari Tanpa Al Qur’an
13/09/2016
info sebulan Hafal Qur;an di Kota Pematangsiantar
Tahsin Tilawah Penting sebelum Karantina
13/09/2016
Ada orang tua kirimkan anaknya ke karantina tahfizh, kemudian anaknya (yang tipe dominasi visual itu) selesai pulang disuruh mengajarkan orang tuanya (tipe dominasi auditory) mengenai metode Yadain.
 
Apa yang terjadi?…
 
Tepat sekali, Si anak bisa menjelaskan sedikit (tipe dominasi visual) tetapi orang tuanya tidak mudah mengerti (karena dominasi auditory).
 
Begitu orang tuanya mengkonfirmasi langsung dijelaskan 15 menit beres sesuai dominasi sistem representasi orang tua itu dan Alhamdulillah langsung paham.
 
Itulah sebabnya coaching satu per satu lebih berhasil diterapkan agar setiap orang mendapatkan keunikan masing-masing dari sistem representasi pikirannya.
 
Sistem representasi yang diharapkan dari penerapan Metode Yadain ini adalah tadabbur makna. Yaitu saat ayat dibaca terjemahnya dipahami sekalipun belum mahir bahasa Arab.
Ciri Tadabbur
1. Meyakini dengan sepenuh hati bahwa Al-Qur’an yang dibaca adalah kalamullah
2. Mengkhayati bacaan Al-Qur’an dengan merasa takjub dan mengagumi isi kandungannya
3. Menangis karena takut, berharap pada Allah SWT
4. Bertambahnya ketenangan dan kekhusyu’an
5. Bertambahnya iman seiring meningkatnya bacaan
6. Merasa bergetar kulit dan jantung berdegub “sensasi tertentu”
7. Visualisasi, Imajinasi, alur makna dan merasa terlibat dalam keseluruhan makna Al-Qur’an
dsb.
 
Tadabbur ini merupakan hal yang sangat personal sekali. Sehingga bisa jadi ayat yang sama dibaca oleh orang yang berbeda maka sensasinya berbeda. Oleh karena itu dibutuhkan “suatu metode” agar kenikmatan tadabbur seseorang dapat diduplikasikan pada orang lain yang ingin merasakannya.
 
Nah.. mengenai ilmu duplikasi-duplikasi suatu kemampuan itu ada dalam NLP Covert Hypnosis. (NLP + Hypnosis tidak perlu dipikirkan karena saya sudah susun secara khusus metode Yadain berdasarkan ilmu itu)
 
Metode Yadain menggunakan visualisasi 2 tangan untuk memahami 4 poin berikut ini.
1. Kata kerja, siapa pelakunya?…
2. Kata sifat, bagaimana sifatnya?…
3. Kata benda, apa nama bendanya?…
4. Kata benda, di mana letak bendanya?…
 
Hasilnya Terbayang, Terdengar, Terasa, Tercium, Terkecap semua makna menjadi bagian dari dunia nyata karena memang Al-Qur’an ini adalah nyata firman Allah Subhanahu Wata’ala.
 
Di dalam Al-Qur’an menceritakan kenyataan masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang. Berisi tentang segala sesuatu yang kompleks mengenai hal yang berkaitan dengan manusia, alam semesta dan segala isinya.
 
Apakah Metode Yadain sama dengan bahasa Isyarat?…
 
SANGAT BERBEDA. Metode Yadain didesain untuk memahami 4 poin di atas. Sehingga seluruh 30 Juz (kurang lebih 77800 kosakata), insyaa Allah cukup diwakili dengan 56 visualisasi imajinasi gerakkan tangan saja.
Saat ini Al-Qur’an Yadain terjemahnya sedang dalam revisi, karena yang diterjemahkan hanya kosakata intinya saja. Maksudnya dari 77.800 kosakata tersebut, kita cukup menghafal 6000-an kosakata saja. Selebihnya dirangkai dalam visualisasi tadabbur alur makna. Semoga bermanfaat.
Metode Yadain lebih kepada memfasilitasi mereka yang kesulitan memahami isi kandungan Al-Qur’an karena belum mengerti bahasa Arab. Dan memfasilitasi yang sudah mampu berbahasa Arab agar lebih menginderai alur makna Al-Qur’an.
Tahapan praktik Metode Yadain
1. Baca terjemah Al-Qur’an versi kemenag (1-2 menit)
2. Baca terjemah perkata dan hafalkan 1 baris 1 menit (15 menit/halaman)
3. Baca ayatnya saja dari atas ke bawah 3-5 kali, 5-10 kali (idealnya 10 menit)
4. Tutup ayatnya lihat terjemah kemenag kemudian ucapkan ayatnya sambil lihat terjemah (sampai lancar)
5. Praktik metode yadain ada pada imajinasinya, alumni seminar, alumni karantina pasti telah memahami hal di bawah ini.
– Kebaikan ada di kiri atau di kanan?…
– Dunia ada di kanan atau kiri?…
– Akhirat ada di kiri atau kanan?…
– Surga ada di kiri atau kanan?… bawah atau atas?…
– Neraka ada di kanan atau kiri?… atas atau bawah?…
Pasti pembaca pun bisa menjawabnya, setidaknya ada 56 pertanyaan yang jawabannya pasti bisa dijawab dengan benar oleh para peserta. Itu Insyaa Allah disampaikan pada pembekalan karantina tahfizh.
6. Praktik menghafal ayat baru biasanya membutuhkan waktu antara 30 menit sampai 60 menit, jika sudah melewati 5-10 juz biasanya cukup 7-25 menit/halaman atas karunia dari Allah Subhanahu Wata’ala.
Bila visualisasinya sudah terlihat dalam imajinasi tadabbur makna maka gerakkan tangan sudah tidak diperlukan lagi. Cukup imajinasinya saja.
 
Jika diibaratkan berlajar bermain sepeda maka metode Yadain secamam roda bantu untuk memudahkan belajar bersepeda. Jika bersepeda sudah lancar maka lepaskanlah alat bantunya, pasti lebih lancar.
 
Toh tidak ada yang gerakkan tangan kan di karantina tahfizh?…
Karena mereka sudah asyik dengan tadabbur maknanya. Alhamdulillah.
Kecepatan hafalan dengan imajinasi lebih cepat daripada gerakkan tangan.
Lagi pula apa jadinya kalau imam shalat pakai gerakkan tangan?… Hmmm… :-)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *